Jumat, 09 Oktober 2020

Shortcut Microsoft Word


Shortcut Microsoft Word
 adalah pintasan keyboard yang membantu pengguna untuk bekerja lebih cepat dengan memberikan akses langsung keyboard terhadap perintah-perintah pada Microsoft Word


Berikut Kumpulan Shortcut Yang Sering digunakan di Microsoft Word

Shortcut

Fungsi 

Ctrl+O

Membuka dokumen.

Ctrl+N

Membuat dokumen baru.

Ctrl+S

Simpan dokumen.

Ctrl+W

Tutup dokumen.

Ctrl+X

Memotong konten yang dipilih ke clipboard.

Ctrl+C

Salin konten yang dipilih ke clipboard.

Ctrl+V

Menempelkan konten clipboard.

Ctrl+A

Pilih Semua konten dokumen.

Ctrl+B

Menerapkan pemformatan tebal ke teks.

Ctrl+I

Menerapkan pemformatan miring ke teks.

Ctrl+U

Menerapkan pemformatan garis bawah ke teks.

Ctrl+[

Memperkecil ukuran font sebesar 1 poin.

Ctrl+]

Memperbesar ukuran font sebesar 1 poin.

Ctrl+E

Memusatkan teks.

Ctrl+L

Meratakan teks ke kiri.

Ctrl+R

Meratakan teks ke kanan.

Esc

Membatalkan perintah.

Ctrl+Z

Membatalkan tindakan sebelumnya.

Ctrl+Y

Mengulangi tindakan sebelumnya, jika memungkinkan.

ALT+W, Q

Menyesuaikan pembesaran zoom.

Ctrl+Alt+S

Memisahkan jendela dokumen.

Ctrl+Alt+S 

Menghapus pemisahan jendela dokumen (2).


Jumat, 25 September 2020

Cara Menghitung Nilai Resistor

 Cara Menghitung Nilai Resistor – Resistor merupakan komponen penting dan sering dijumpai dalam sirkuit Elektronik. Boleh dikatakan hampir setiap sirkuit Elektronik pasti ada Resistor. Tetapi banyak diantara kita yang bekerja di perusahaan perakitan Elektronik maupun yang menggunakan peralatan Elektronik tersebut tidak mengetahui cara membaca kode warna ataupun kode angka yang ada ditubuh Resistor itu sendiri.

Berdasarkan bentuknya dan proses pemasangannya pada PCB, Resistor terdiri 2 bentuk yaitu bentuk Komponen Axial/Radial dan Komponen Chip. Untuk bentuk Komponen Axial/Radial, nilai resistor diwakili oleh kode warna sehingga kita harus mengetahui cara membaca dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam warna tersebut sedangkan untuk komponen chip, nilainya diwakili oleh Kode tertentu sehingga lebih mudah dalam membacanya.

Kita juga bisa mengetahui nilai suatu Resistor dengan cara menggunakan alat pengukur Ohm Meter atau MultiMeter. Satuan nilai Resistor adalah Ohm (Ω).

Cara menghitung nilai Resistor berdasarkan Kode Warna

Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.

Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.

Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :

 


 

 

Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna :

 


 Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)

Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2

 

Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)

Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

Contoh :

Gelang ke 1 : Coklat = 1

Gelang ke 2 : Hitam = 0

Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105

Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%

Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.

Perhitungan untuk Resistor dengan 5 Gelang warna :

 


Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)

Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2

Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-3

Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)

Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

Contoh :

Gelang ke 1 : Coklat = 1

Gelang ke 2 : Hitam = 0

Gelang ke 3 : Hijau = 5

Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105

Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%

Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.

 

Contoh-contoh perhitungan lainnya :

Merah, Merah, Merah, Emas → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm dengan 5% toleransi

Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 10³ = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi

Cara menghitung Toleransi :

2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =

2200 – 5% = 2.090

2200 + 5% = 2.310

ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~ 2.310 Ohm

Untuk mempermudah menghafalkan warna di Resistor, kami memakai singkatan seperti berikut :

HI CO ME O KU JAU BI UNG A PU

(HItam, COklat, MErah, Orange, KUning. HiJAU, BIru, UNGu, Abu-abu, PUtih)

 

Cara menghitung nilai Resistor berdasarkan Kode Angka :

Membaca nilai Resistor yang berbentuk komponen Chip lebih mudah dari Komponen Axial, karena tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya. Kode yang digunakan oleh Resistor yang berbentuk Komponen Chip menggunakan Kode Angka langsung jadi sangat mudah dibaca atau disebut dengan Body Code Resistor (Kode Tubuh Resistor)

 


Contoh :

Kode Angka yang tertulis di badan Komponen Chip Resistor adalah 4 7 3;

Contoh cara pembacaan dan cara menghitung nilai resistor berdasarkan kode angka adalah sebagai berikut :

Masukkan Angka ke-1 langsung = 4

Masukkan Angka ke-2 langsung = 7

Masukkan Jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan 10³

Maka nilainya adalah 47.000 Ohm atau 47 kilo Ohm (47 kOhm)

 

Contoh-contoh perhitungan lainnya :

222 → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm

103 → 10 * 10³ = 10.000 Ohm atau 10 Kilo Ohm

334 → 33 * 104 = 330.000 Ohm atau 330 Kilo Ohm

 

Ada juga yang memakai kode angka seperti dibawah ini :

(Tulisan R menandakan letaknya koma decimal)

4R7 = 4,7 Ohm

0R22 = 0,22 Ohm

Keterangan :

Ohm = Ω

Kilo Ohm = KΩ

Mega Ohm = MΩ

1.000 Ohm = 1 kilo Ohm (1 KΩ )

1.000.000 Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)

1.000 kilo Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)


Selasa, 23 Juni 2020

Alat Ukur Tinggi Badan dengan Arduino



Pertambahan tinggi badan seorang anak menunjukkan adanya pertumbuhan yang dialami. Untuk mengetahui pertumbuhan tinggi badan, maka diperlukan alat ukur tinggi badan atau biasa disebut stature meter anak. Ada banyak sekali macam alat pengukur tinggi badan oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tutorial membuat alat tinggi badan dengan arduino


A.ALAT DAN BAHAN
   1. Arduino Uno
   2.  Hc-SR04 / Sensor Ultrasonic
   3.  Lcd 16 x 2
   4.  I2c

B. GAMBAR RANGKAIAN

Keterangan
- Sensor Ultrasonic 
   pin Trigger -----> Pin 2 Arduino
   pin Echo     -----> Pin 3 Arduino
   Vcc             -----> 5v Arduino
   Gnd            -----> GND Arduino

- LCD 16 x 2 dan I2c
   pin SDA -----> Pin SDA Arduino
   pin SCL    -----> Pin SCL Arduino
   Vcc             -----> 5v Arduino
   Gnd            -----> GND Arduino


C. SKETCH PROGRAM


#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
#define trigPin 2
#define echoPin 3
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27 ,16,2);
int jarak = 200;
int tinggi;
void setup() {
  pinMode(trigPin, OUTPUT);
  pinMode(echoPin, INPUT);
  Serial.begin(9600);
  lcd.begin(16,2);
    lcd.setCursor(2,0);
    lcd.print("SISTEM AKTIF");
    delay(1000);
    lcd.clear();
    lcd.setCursor(0,0);
    lcd.print("Tinggi : ");
}
void loop() {
  long duration, gape;
  digitalWrite(trigPin, LOW);
  delayMicroseconds(2);
  digitalWrite(trigPin, HIGH);
  delayMicroseconds(10);
  digitalWrite(trigPin, LOW);
  duration = pulseIn(echoPin, HIGH);
  gape = (duration/2) / 29.0;
  tinggi = jarak - gape;
    lcd.setCursor(8,0);
    lcd.print(tinggi);
    lcd.print(" ");
    lcd.print("CM");
    lcd.print("   ");
}
 


Physical Distancing Menggunakan Arduino ( Project Ultrasonic dan Buzzer)




Social distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain. Kini, istilah social distancing sudah diganti dengan physical distancing oleh pemerintah.

Ketika menerapkan social distancing, seseorang tidak diperkenankan untuk berjabat tangan serta menjaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang sakit atau berisiko tinggi menderita COVID-19.

Pada Kesempatan kali ini saya akan membagikan tutorial membuat alat menjaga jarak dengan orang lain apabila kita berdekatan dengan jarak kurang dari 60 cm maka alaram akan berbunyi, langsung saja persiapkan alat dan bahan sbb:
 
A. ALAT DAN BAHAN
     1. Arduino Uno
     2. Sensor Ultrasonic / HC-SR04
     3. Buzzer
     4. Kabel Jumper
B. GAMBAR RANGKAIAN
 Keterangan :
- Sensor Ultrasonic
   pin Trigger -----> Pin 11 Arduino
   pin Echo     -----> Pin 12 Arduino
   Vcc             -----> 5v Arduino
   Gnd            -----> GND Arduino

- Buzzer
  Kaki (+)       ----->Pin 4 Arduino
  Kaki (-)        ----->Pin GND Arduino



C. KODE PEMROGRAMAN
int trig = 11;
int echo = 12;
long durasi, jarak;

int pinBuzzer = 4;

void setup() {
  Serial.begin(9600);
  pinMode(trig, OUTPUT);   
  pinMode(echo, INPUT);
  pinMode(pinBuzzer, OUTPUT);       
}

void loop() {
  digitalWrite(trig, LOW);
  delayMicroseconds(8);
  digitalWrite(trig, HIGH);
  delayMicroseconds(8);
  digitalWrite(trig, LOW);
  delayMicroseconds(8);

  durasi = pulseIn(echo, HIGH);
  jarak = (durasi / 2) / 29.1; 
  Serial.print(jarak);
  Serial.println(" cm");

  if(jarak < 60){
    digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
    delay(200);
    digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
    delay(200);
    digitalWrite(pinBuzzer, HIGH);
    delay(200);
    digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
    delay(1000);
  }else{
    digitalWrite(pinBuzzer, LOW);
  }
}


D. KESIMPULAN
 Ababila Sensor ultrasonic mendeteksi jarak < 60 cm maka Buzzer akan berbunyi