Rabu, 25 Agustus 2021

CARA MEMBUAT LOGIN MIKROTIK MENUJU KE WEB

 


CARA MEMBUAT LOGIN MIKROTIK MENUJU KE WEB
Sebelum mulai persiapakan dahulu apilkasi sbb:
> HTML editor : Dreamweaver, Notepad++, dll
> Picture editor : CorelDraw, Photoshop, dll

Langkah-langkah sebagai berikut :
1.       Pastikan Hotspot Mikrotik anda sudah jalan, coba akses halaman login hotspot anda di Browser.

2.       Buka Winbox,
masuk ke menu Files.
Kemudian pilih  hotspot.
Buka Windows Explore -> Network -> alamat Ip Mikrotik semisal : ftp://192.168.100.1 -> kemudian Login



3.       Masuk ke folder hotspot. Copy alogin.html ke folder komputer  kemudian edit lewat Notepad ++





5.       Simpan File kemudian copy file alogin ke folder hotspot mikrotik
       untuk contoh Disini

Selamat mencoba

Cara membuat tombol follow di blog

 


Dengan adanya pengikut, si pengikut akan mendapatkan update informasi mengenai blog yang kita buat secara tidak langsung pengunjung di artikel yang kita buat akan semakin banyak yang di tonton, dengan harapan penghasilan diblog semakin bertambah, yang jadi pertanyaan bagaimana cara membuat tombol follow di blog??? mungkin bagi sebagian orang cukup mudah sekali apa lagi yang sudah mahir dalam ilmu web, akan tetapi kebalikan jika orang awam belum tahu sama sekali pasti kesulitan.

pada kesempatan kali ini saya akan berbagai pengalaman saya bagai mana kita membuat tombol follow di blog dengan sangat mudah, langsung saja ikuti langkah-langkah sebagai berikut.


1. Login ke blogger terlebih dahulu. di https://www.blogger.com/

2. kemudian pilih menu  tata letak.
3. Lalu klik add gadget pada.
4. Lalu pilih html/javascrips 


5. Lalu copy kode yang berwarna biru dibawah ini

<center><a href="http://www.blogger.com/follow-blog.g?blogID=6506238906765756070" target="_blank" title="Follow My Blog"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjimAcAUELWm0Gu4QY075MIsxijmdPAwsEsaQ_KjdrRdWIcPC33hz1c7V64pxF7bUmJNFRZuLNDf3N0XEU1gaCOmETpbNugtgPDw9ExO-1xo927e-kDqj9Z2e5x_g80ef81pWMvKcFG00Y/s800/Join%2520This%2520Site.png" alt="Follow My Blog" /></a></center> 

6Lalu ganti tulisan yang berwarna merah itu dengan ID blog anda

    id blog bisa kita ketahui di alamat url ketika kita sudah login blog

7. Lalu klik simpan 


demikian semoga artikel ini bermanfaat

Jumat, 13 Agustus 2021

PETA MINDA / MIND MAPPING

 

PETA MINDA / MIND MAPPING

Definisi Peta Minda

Peta Minda adalah sebuah metode pembelajaran visual-spasial yang terbentuk kedalam ilustrasi grafis yang berfungsi untuk menunjukkan antara konsep yang satu dengan konsep yang lainnya.

Mind Mapping ini juga digunakan untuk mengelompokkan setiap konsep kedalam golongan tertentu. Peta Minda atau sering disebut juga sebagai mind mapping ini pertama kali dikembangkan oleh seorang psikolog yang berasal dari Inggris, dan bernama Tony Buzan.

Secara umum, Mind Mapping ini juga dikenal dengan sebutan Peta Pikiran/Peta Konsep yang sudah dirancang secara khusus untuk dapat mempermudah kita semua dalam mempelajari dan juga menuangkan pikiran tersebut terhadap suatu permasalahan.

 

Fungsi Mind Mapping

Mind Mapping ini sangat penting bagi kemudahan para siswa untuk belajar, sebab memiliki beberapa fungsi yang ada dibawah ini :

1.Mind Mapping berfungsi untuk menghemat waktu pembelajaran.

2.Sebagai salah satu fasilitas dari metode pembelajaran.

3.Berfungsi untuk memperkuat ingatan dari para siswa.

4.Berfungsi agar siswa dapat menginterpretasikan semua pelajaran yang sudah dipelajari.

 

Macam – Macam Mind Mapping

Secara umum, Peta Minda ini dibagi menjadi beberapa macam yang perlu kalian ketahui, yaitu sebagai berikut :

1.       Bubble Map, adalah salah satu mind mapping yang umumnya menggunakan kata-kata deskriptif dan penjabaran dari tiap konsep.

2.       ouble Bubble Map, adalah sebuah mind mapping yang umumnya digunakan untuk membandingkan beberapa konsep sekaligus.

3.       Circle Map, adalah sebuah mind mapping yang umumnya menggunakan skema yang berbentuk bulat yang didalamnya berisi berbagai konteks pengetahuan.

4.       Brace Map, adalah sebuah mind mapping yang digunakan untuk mempelajari sebuah objek secara fisik yang berupa nama atau deskripsi dari objek tersebut.

5.       Tree Map, adalah sebuah mind mapping yang digunakan untuk mengklasifikasikan setiap konsep berdasarkan dengan kategori tertentu.

6.       Flow Map, adalah sebuah mind mapping yang digunakan untuk membuat sebuah urutan dari suatu proses.

7.       Multi Flow Map, adalah sebuah mind mapping yang digunakan untuk menunjukkan dan mempelajari sebab-akibat dari suatu peristiwa tersebut.

8.       ridge Map, sebuah mind mapping yang digunakan untuk menggambarkan analogi yang menggunakan faktor penghubung antar satu konsep dengan konsep yang lainnya.

 

Manfaat Dari Penggunaan Mind Mapping

Metode Peta Minda ini harus diperhatikan oleh pengajar, seperti guru sebab metode pembelajaran ini digunakan untuk membantu para siswa didala memahami pembelajaran.

Dibawah ini terdapat beberapa manfaat dari penggunaan metode Peta Minda ini, yaitu :

1.       Peta minda dapat digunakan untuk memvisualisasikan rencana dan juga pikiran kita dengan cara yang lebih baik.

2.       Bisa digunakan agar membuat alur kerja project lebih teratur dan berurutan.

3.       Dapat membantu kita untuk mengembangkan sebuah gagasan atau ide pokok tanpa hambatan apapun.

4.       Bermanfaat untuk membantu kalian dalam membuat kerangka atau rencana suatu cerita.

5.       Peta minda sangat bermanfaat untuk membantu kita dalam memetakan suatu ide pikiran agar lebih sistematis.

6.       Dapat membantu kita agar lebih mudah untuk memahami sesuatu.

7.       Peta ini juga sangat bermanfaat untuk merangsang kinerja otak kanan dan otak kiri secara bersamaan.

8.        

Contoh Dari Mind Mapping Dan Fungsinya

Dibawah ini terdapat berbagai contoh dari Mind Mapping dengan berbagai tema, seperti dibawah ini :

1. Mind Mapping Pohon




Mind Mapping pohon adalah sebuah peta konsep yang dibuat dengan menyerupai bentuk pohon. Bagi para pencinta alam, tentunya ide ini sangat cocok untuk digunakan, namun perlu kalian ingat bahwa membuat mind mapping pohon ini tidak mudah.

 

2. Mind Mapping Sekolah




Mind Mapping sekolah tentunya mempunyai beberapa tipe yang sesuai dengan jenis temanya. Didalam hal ini, kalian bisa membuat mind mapping sesuai dengan tema yang sudah ditentukan.

Untuk membuat mind mapping ini tentulah tidak mudah, sebab harus dibuat dengan semenarik mungkin karena nantinya, didalamnya akan terdapat materi yang dikuasai. Dengan menggunakan mind mapping yang menarik kalian akan sangat mudah memahami materi yang ada.

3. Mind Mapping Kelompok Sosial


Didalam lingkungan masyarakat, tidak akan pernah lepas dari yang namanya kelompok sosial. Bgai kalian yang sedang memahami atau mempelajari kelompok sosial ini, maka akan semakin mudah jika menerapkan metode mind mapping didalamnya.

 

Apa yang dimaksud dengan Peta Minda?

Peta Minda adalah sebuah metode pembelajaran visual-spasial yang terbentuk kedalam ilustrasi grafis yang berfungsi untuk menunjukkan antara konsep yang satu dengan konsep yang lainnya.

 

Bagaimana Cara membuat Pita Minda?

1. Pertama, tentukan terlebih dahulu materi apa yang ingin dibahas.
2. Kemudian pilihlah sebuah konsep yang relevan atau berhubungan satu sama lain.
3. Selanjutnya, urutkan setiap konsep mulai dari yang lebih inklusif hingga kebagian contoh-contohnya.
4. Kemudian, hubungkan setiap konsep yang saling berhubungan satu sama lain dengan menggunakan garis penghubung.
5. Selanjutnya, lengkapi sebuah peta minda yang sudah dibuat dengan menggunakan konsep-konsep yang lebih khusus.

Siapa yang pertama kali memperkenalkan Peta Minda ini?

Peta Minda atau sering disebut juga sebagai mind mapping, pertama kali dikembangkan oleh seorang psikolog yang berasal dari Inggris, yang bernama Tony Buzan.

 


Cara Menghitung Nilai Resistor

Resistor merupakan komponen penting dan sering dijumpai dalam sirkuit Elektronik. Boleh dikatakan hampir setiap sirkuit Elektronik pasti ada Resistor. Tetapi banyak diantara kita yang bekerja di perusahaan perakitan Elektronik maupun yang menggunakan peralatan Elektronik tersebut tidak mengetahui cara membaca kode warna ataupun kode angka yang ada ditubuh Resistor itu sendiri.

 

Berdasarkan bentuknya dan proses pemasangannya pada PCB, Resistor terdiri 2 bentuk yaitu bentuk Komponen Axial/Radial dan Komponen Chip. Untuk bentuk Komponen Axial/Radial, nilai resistor diwakili oleh kode warna sehingga kita harus mengetahui cara membaca dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam warna tersebut sedangkan untuk komponen chip, nilainya diwakili oleh Kode tertentu sehingga lebih mudah dalam membacanya.

Kita juga bisa mengetahui nilai suatu Resistor dengan cara menggunakan alat pengukur Ohm Meter atau MultiMeter. Satuan nilai Resistor adalah Ohm (Ω).

 

CARA MENGHITUNG NILAI RESISTOR BERDASARKAN KODE WARNA

Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.

Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.

Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :

Atau 



Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna :

Contoh :




Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2

Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

Contoh :

Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.

Perhitungan untuk Resistor dengan 5 Gelang warna :


Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-3
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

Contoh :


Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.


 

Contoh-contoh perhitungan lainnya :

Merah, Merah, Merah, Emas → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm dengan 5% toleransi
Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 10³ = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi

Cara menghitung Toleransi :
2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =
2200 – 5% = 2.090
2200 + 5% = 2.310
ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~ 2.310 Ohm

Untuk mempermudah menghafalkan warna di Resistor, kami memakai singkatan seperti berikut :

HI CO ME O KU JAU BI UNG A PU
(HItam, COklat, MErah, Orange, KUning. HiJAU, BIru, UNGu, Abu-abu, PUtih)

 

CARA MENGHITUNG NILAI RESISTOR BERDASARKAN KODE ANGKA :

Membaca nilai Resistor yang berbentuk komponen Chip lebih mudah dari Komponen Axial, karena tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya. Kode yang digunakan oleh Resistor yang berbentuk Komponen Chip menggunakan Kode Angka langsung jadi sangat mudah dibaca atau disebut dengan Body Code Resistor (Kode Tubuh Resistor)


Contoh :

Kode Angka yang tertulis di badan Komponen Chip Resistor adalah 4 7 3;

Contoh cara pembacaan dan cara menghitung nilai resistor berdasarkan kode angka adalah sebagai berikut :

Masukkan Angka ke-1 langsung = 4
Masukkan Angka ke-2 langsung = 7
Masukkan Jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan 10³
Maka nilainya adalah 47.000 Ohm atau 47 kilo Ohm (47 kOhm)

 

Contoh-contoh perhitungan lainnya :

222 → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm

103 → 10 * 10³ = 10.000 Ohm atau 10 Kilo Ohm

334 → 33 * 104 = 330.000 Ohm atau 330 Kilo Ohm

 

Ada juga yang memakai kode angka seperti dibawah ini :
(Tulisan R menandakan letaknya koma decimal)
4R7 = 4,7 Ohm
0R22 = 0,22 Ohm

Keterangan :

Ohm = Ω
Kilo Ohm = KΩ
Mega Ohm = MΩ
1.000 Ohm = 1 kilo Ohm (1 KΩ )
1.000.000 Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)
1.000 kilo Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)

 





Selasa, 12 Januari 2021

Komponen Instalasi Listrik beserta Simbolnya


 

Pengertian Daya Listrik

 


Pengertian Daya Listrik dan Rumus untuk Menghitungnya – Daya Listrik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical Power adalah jumlah energi yang diserap atau dihasilkan dalam sebuah sirkuit/rangkaian. Sumber Energi seperti Tegangan listrik akan menghasilkan daya listrik sedangkan beban yang terhubung dengannya akan menyerap daya listrik tersebut. Dengan kata lain, Daya listrik adalah tingkat konsumsi energi dalam sebuah sirkuit atau rangkaian listrik. Kita mengambil contoh Lampu Pijar dan Heater (Pemanas), Lampu pijar menyerap daya listrik yang diterimanya dan mengubahnya menjadi cahaya sedangkan Heater mengubah serapan daya listrik tersebut menjadi panas. Semakin tinggi nilai Watt-nya semakin tinggi pula daya listrik yang dikonsumsinya.

Sedangkan berdasarkan konsep usaha, yang dimaksud dengan daya listrik adalah besarnya usaha dalam memindahkan muatan per satuan waktu atau lebih singkatnya adalah Jumlah Energi Listrik yang digunakan tiap detik. Berdasarkan definisi tersebut, perumusan daya listrik adalah seperti dibawah ini :

P = E / t

Dimana :

P = Daya Listrik
E = Energi dengan satuan Joule
t = waktu dengan satuan detik

Dalam rumus perhitungan, Daya Listrik biasanya dilambangkan dengan huruf “P” yang merupakan singkatan dari Power. Sedangkan Satuan Internasional (SI) Daya Listrik adalah Watt yang disingkat dengan W. Watt adalah sama dengan satu joule per detik (Watt = Joule / detik)

Satuan turunan Watt yang sering dijumpai diantaranya adalah seperti dibawah ini :


1 miliWatt  = 0,001 Watt
1 kiloWatt = 1.000 Watt
1 MegaWatt = 1.000.000 Watt

Rumus Daya Listrik

Rumus umum yang digunakan untuk menghitung Daya Listrik dalam sebuah Rangkaian Listrik adalah sebagai berikut  :

P = V x I

Atau

P = I2R
P = V2/R

Dimana :

P = Daya Listrik dengan satuan Watt (W)
V = Tegangan Listrik dengan Satuan Volt (V)
I = Arus Listrik dengan satuan Ampere (A)
R = Hambatan dengan satuan Ohm (Ω)

Contoh-contoh Kasus Perhitungan Daya Listrik

Contoh Kasus I :

Sebuah Televisi LCD memerlukan Tegangan 220V dan Arus Listrik sebesar 1,2A untuk mengaktifkannya. Berapakah Daya Listrik yang dikonsumsinya ?

Penyelesaiannya

Diketahui :

V = 220V
I = 1,2A
P = ?

Jawaban :

P = V x I
P = 220V x 1,2A
P = 264 Watt
Jadi Televisi LCD tersebut akan mengkonsumsi daya listrik sebesar 264 Watt

 

Minggu, 22 November 2020

Pengertian dan Fungsi Etiket Gambar Teknik atau Kepala Gambar dan Standar Ukurannya

 

Pengertian dan Fungsi Etiket Gambar Teknik atau Kepala Gambar dan Standar Ukurannya


Pengertian Etiket Gambar Teknik

Dalam sebuah gambar teknik kita akan melihat satu bagian pada gambar yang memuat beberapa keterangan teknis tentang gambar yang dibuat. Keterangan itu misalnya, judul gambar, pembuat gambar, ukuran kertas, skala gambar, dan lain-lain. Bagian tersebut dikenal dengan istilah etiket gambar.

Etiket gambar juga biasa disebut dengan istilah stuklis, dan juga kepala gambar. Walaupun ada beberapa istilah dalam penyebutanya, namun semuanya mempunyai makna yang sama.

Dari penjelasan singkat diatas, dapat kita tarik kesimpulan tentang apa itu etiket gambar, atau stuklis, atau kepala gambar. Pengertian etiket gambar atau kepala gambar adalah sejumlah informasi atau keterangan tentang suatu gambar teknik. Atau juga disebut identitas gambar teknik

Fungsi Etiket Gambar Teknik

Fungsi dari etiket gambar ini adalah untuk memberikan data atau informasi teknis yang lebih jelas pada suatu gambar yang telah dibuat. Dengan adanya etiket gambar ini, maka setiap orang yang membacanya akan mendapatkan informasi yang cukup tentang gambar yang disajikan tersebut.

Bagian-Bagian Etiket Gambar Teknik

Bagian-bagian atau komponen pada etiket gambar ada beberapa macam. Berikut ini adalah bagian-bagian etiket gambar yang sering dicantumkan pada suatu gambar teknik.

1. Nama Pembuat Gambar

Bagian ini bertuliskan nama pembuat gambar atau seseorang yang menggambar. Ditulis dengan nama lengkap orang yang menggambar.

2. Instansi

Instansi berisi informasi tentang instansi yang mengeluarkan gambar tersebut.

3. Judul Gambar

Judul gambar merupakan nama dari gambar yang telah dibuat. Misalnya, denah rumah tampak depan; roda gerigi; dan lain-lain.

4. Nomor Gambar

Nomor gambar merupakan keterangan nomor sesuai dengan kebutuhan gambar yang dibuat.

5. Tanggal Gambar

Bagian ini berisikan keterangan tanggal pembuatan gambar.

6. Pemeriksa Gambar

Bagian ini merupakan bagian yang diperuntukkan bagi pemeriksa gambar, untuk melakukan pemeriksaan gambar guna persetujuan atau perbaikan gambar.

7. Proyeksi gambar

Bagian etiket gambar ini merupakan informasi tentang jenis proyeksi apa yang digunakan oleh pembuat gambar dalam menampilkan gambar yang dibuat. Misalnya proseksi Amerika, atau proyeksi Eropa.

8. Satuan Gambar

Bagian ini berisikan data tentang satuan dalam pembuatan gambar. Misalnya ukuran gambar dalam centimeter (cm) atau millimeter (mm).

9. Skala Gambar

Bagian ini menunjukkan skala yang digunakan dalam pembuatan gambar. Misalnya skala pembesaran atau skala pengecilan. Untuk lebih jelasnya bisa anda pelajari Macam-macam Skala Gambar Teknik.

10. Keterangan Lain

Bagian keterangan lain ini dapat ditambahkan untuk menambah informasi lain yang bermanfaat bagi pembaca gambar. Misalnya, ukuran kertas, halaman gambar, toleransi ukuran, bahan, dan lain sebagainya.

Pada beberapa bentuk etiket gambar mungkin terdapat keterangan-keterangan lain yang tidak dicantumkan disini. Hal itu tidaklah masalah. Karena untuk komponen etiket gambar itu menyesuaikan dengan kebutuhan gambar masing-masing.


Cara Membuat Etiket Gambar

Pembuatan etiket gambar harus dilakukan sebelum kita memulai membuat gambar. Baik gambar manual maupun gambar dengan menggunkan software komputer, harus kita buat lebih dahulu etiket gambarnya.

Untuk cara pembuatan etiket, stuklist, atau kepala gambar ini harus memenuhi standar baku yang telah disepakati bersama. Tujuannya adalah agar dapat dipahami oleh semua orang yang membaca gambar tersebut.

pengertian dan fungsi etiket gambar teknik
 
Posisi Etiket Gambar


Penempatan etiket gambar adalah di bagian pojok kanan bawah pada bidang gambar dan menyesuaikan dengan layout kertas gambar atau bidang gambar. Gambar di atas adalah posisi etiket gambar pada posisi kertas potrait dan landscape.


Jenis dan Bentuk Etiket Gambar Teknik

Ada banyak macam etiket gambar yang sering digunakan dalam gambar teknik. Walaupun bentuknya terlihat berbeda, namun maksud dan tujuannya sama. Komponen atau bagian-bagian dari etiket gambarnya tetap menunjukkan maksud gambar dengan jelas. Mungkin hanya posisi kolom-kolomnya saja yang sedikit berbeda.

Berikut ini adalah contoh etiket gambar teknik standar yang dapat diterapkan pada beberapa ukuran kertas. Etiket gambar teknik kertas A4 atau etiket gambar kertas A3 ukuran dan penempatanya juga sama. 

Secara umum terdapat dua jenis etiket gambar teknik, yaitu:

1. Etiket Gambar Teknik yang Digunakan Di Sekolah/Instansi

Etiket jenis ini banyak digunakan untuk kepentingan pembelajaran di sekolah atau instansi pelatihan teknik lainnya. Informasi yang tercantum dalam etiket gambar berupa informasi dasar saja, tidak mencantumkan detail informasi lain yang lebih mendalam. Berikut ini contoh bentuk etiket gambar teknik untuk sekolah.

membuat etiket, stuklis, kepala gambar teknik


2. Etiket Gambar Professional
Dalam etiket gambar professional, informasi yang ditampilkan lebih lengkap dan detail. Biasanya digunakan dalam gambar skala industri atau project. Oleh karena itu informasi yang tercantum di dalam etiket lebih kompleks dan detail, serta bersifat resmi. Berikut ini contoh etiket gambar prosessional.



Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, dapat kita ambil beberapa kesimpulan. Pertama, etiket, stuklis, atau kepala gambar harus ada dalam sebuah gambar teknik, karena tanpa adanya etiket gambar maka gambar tersebut akan sulit dipahami oleh pembaca.

Kedua, walaupun bentuk etiket gambar ada beberapa macam, namun intinya tetap sama saja. Berisikan informasi tentang gambar.

Ketiga, baik gambar manual ataupun menggunkan software komputer, etiket gambar harus tetap dibuat.

Sumber :

https://www.dinginaja.com/2020/09/pengertian-fungsi-dan-jenis-etiket-gambar-teknik.html